Pertumbuhan KAP di Indonesia Mengalami Masa Kritis

Pada saat ini sebaran Kantor Akuntan Publik masih terpusat di pulau jawa. Berarti di beberapa Pulau di Indonesia akan membutuhkan biaya tinggi Jika membutuhkan jasa Audit karena sebagian besar harus di datangkan dari pulau jawa, secara ekonomis ini bisa di selesaikan jika IAPI berfikir soal pertumbuhan dan persebaran KAP ini dari tahun ke tahun tidak menggambarkan hal yang membahagiakan.

jika dilihat dari Pertumbuhan Akuntan Publik lebih mengkhawatirkan lagi setiap tahun semakin menurut, ini mungkin juga bisa di anggap minat profesional untuk menjadi Akuntan Publik Juga menurut. Disisi lain pemegang CPA non Akuntan Publik juga membludak sebanyak 2.466 akan tetapi CPA mereka ini tidak memiliki nilai apa-apa secara profesional bahkan menjadi pimpinan cabang sekalipun. Untuk memperoleh rekon IAPI mewajibkan mereka untuk mengikuti 2 tahap ujian lagi AASL dan Komprehensif yang di nilai oleh para pemegang CPA non Akuntan Publik sebagai sebuah kebijakan yang menyulitkan dan ini juga membuat pertumbuhan Akuntan Publik di Indonesia menjadi rendah.

Untuk kondisi ini semua pihak dan negara Harus berfikir jika tidak begini lama-lama akuntan publik kita kan semakin kurang dan di isi olah akuntan Publik asing. Kondisi ini juga memancing para pemegang CPA Non AP akhirnya menyurati IAPI sampai 3 kali sebagai bentuk protes dan meminta AASL dan Kompre dihilangkan dan di ganti dengan model PPL persiapan Akuntan Publik. Sepertinya IAPI tidak bergeming dengan terbukti tidak membalas surat-surat tersebut. Akhirnya Forum Komunikasi CPA Non AP mengirim surat protes kepada Kementrian Keuangan U.P Mentri Keuangan Ibu Sri Mulyani, dimana Kemenkeu sebagai Regulator.

Sepertinya Forum ini tidak terus diam , mereka juga sedang menyiapkan gugatan kepada IAPI terhadapt kebijakan yang di buat di anggap merugikan Pemegang CPA non AP, pengumpulan dana dan surat kuasa pengadilan terus berlanjut dan semakin banyak CPA Non AP memberikan dukungannya dengan alasan yang sama.

Semoga semua pihak mau duduk bersama karena ujung dari akhir perseteruan ini tidak baik buat profesi ini secara keseluruhan dan dapat menimbulkan ketidak percayaan publik.

Facebook Comments

Artikel Menarik lainnya