Cara Meningkatkan Citra Kampus Secara Digital

Masuk jadi rating satu di webometrik mungkin bisa juga jadi tolak ukur bahwa sebuah perguruan tinggi dikatakan akses di dunia maya dan digitalnya cukup tinggi, sebenarnya ada beberapa cara yang dapat dilakukan sejak sekarang , selain dampaknya bisa meningkat rating juga punya dampak akademis lainnya.

  1. Semua Dosen Wajib Jadi Bloger

Indonesia kita memang melihat Dosen tidak hobi menulis artikel esai terkait bidang mereka, mungkin ini pengaruh literasi kita juga rendah. Seandainya setiap dosen menyalurkan materi ajaranya berupa narasi seperti artikel di blog yang telah sediakan oleh kampus maka akan memudahkan mahasiswa untuk mendapatkan ilmu secara cepat dari dosennya walau terkadang mereka terkendala masuk kelas karena sakit atau lain hal.

Selain itu pola ini akan meningkat kunjungan orang kepada website kampus dan dapat mendongkrak rating digital kampus. Karena yang akan akses bukan hanya mahasiswanya tetapi juga mahasiswa kampus lain dan masyarakat umum.

2. Semua Tugas Akhir Wajib Jadi Paper di Jurnal Kampus.

Kita lihat beberapa OJS kampus terlihat suram dan sepi kadang tak terkelola dengan baik dan kekurangan paper. Ini lucu sebenarnya hampir setiap semster mahasiswa S1, S3 dan S3 dikampusnya membuat tugas akhir akan tetapi OJSnya kekuarangan Paper. Harusnya Tugas akhir itu sudah di buat bilang kelompok ilmunya seperti :
1. Perpajakan > Masuk Ke> Jurnal Pajak
2. Akuntansi Keuangan > Masuk ke > Jurnal Keuangan
3. Auditing > Masuk ke > Jurnal Audit
dan seterusnya artinya kampus akan memiliki jurnal banyak dan spesifik dan jurnal ini di kelola secara profesional di bidang tersendiri dan di kelola secara digital.

Untuk Mahasiswa S1 dan S3 Harus dalam Jurnal International wajib submitnya dimana seleksi ketatnya dilakukan seperti layaknya submit ke Scopus dengan mitra bestari dalam dan luar negeri, sehingga dimasa depan akan banyak jurnal-jurnal Internasional yang dapat di andalkan justru kita bukan menjadi user jurnal orang lain.

Syarat lulus Mahasiswa S2 dan S3 ini harus submit ke Jurnal Internasional ini justru bukan ke jurnal Scopus orang, kalau kita tidak begini sampai kapan jurnal Indonesia akan terindeks Scopus karena papernya saja jarang, semua yang bagus-bagus di buang keluar.

Facebook Comments