GMC Solusi Komptensi Lulusan Akuntansi

Saya sering mendapat curhatanĀ dari temen-temen dosen bagaimana meningkatakan kopetensi lulusannya sehingga siap pakai di dunia kerja dan kopetensi yang dimiliki sesuai dengan kebutuhan dunia kerja dengan ilmu yang ia miliki. Masalah saat ini adalah anak-anak yang lulus di anggap tidak siap pakai dan dunia kerja membutuhkan yang siap langsung kerja mereka terkadang tidak punya banyak waktu untuk memoles anak baru lulus maka tuntutan itu harus di selesaikan oleh perguruan tinggi sebagai supplier angkatan kerja yang kompeten.

Pengalaman saya pribadi yang telah banyak menerima anak magang di dunia audit dan mengomandani mereka, memang butuh kesabaran dan ketulusan hati dalam mengarahkan mereka disamping beban kerja yang juga bejibun dengan tenggak waktu yang sempit. Banyak lulusan akuntansi yang saya temukan gagal di dasar keilmuan sebagai lulusan akuntansi terkadang mereka tidak mampu menyusun laporan keuangan dengan baik, tak usahlah dulu dasar standarnya memasukan ketemplete yang ada saja terkadang mereka gagal menjadikan sebuah laporan keuangan. sebagai lulusan akuntansi mereka juga tidak menguasai dengan baik salah satu software akuntansi yang dikenal umum padahal mereka sudah di ajarkan berbagai software akuntansi dikampusnya, kalau saya tanya mengapa mengusai alasan sering kalai mereka tak punya softwarenya jadi gak bisa mengulang di rumah, mungkin ini juga kritikan buat kampus memakai software berbayar di lab akuntansi itu malah akan membuat mahasiswa hanya bisa belajar sekali seminggu saja dan kemahiran akan jauh dari diri mereka.

karena rendahnya kopetensi yang di harapkan kadang mereka di tempat mangang hanya di jadikan OB, kenapa saya bilang OB karena mereka diberi tugas yang biasa OB lakukan, membeli makanan, memfotocopy dokumen, meminta tanda tangan antar departemen yang beda lantai, kalau gak paling banter merapihkan dokukumen yang berantakan. Saya secara pribadi sedih melihat ini, Kok anak-anak saya yang kami didik dikampus sepenuh hati cuma bisa dapat kesempatan begini.

Pada tahun 2013 saya memiliki ide membuat Proposal Konsulting kerjasama dengan kampus idenya saya beri nama GMC, model Kerjasama ini adalah Kampus menyediakan tempat dan fasilitas penunjang layaknya sebuah kantor semua di kelolah oleh mahasiswa jasanya yang mereka tawarkan bisa bersifat Gratis untuk mebantu UMKM dalam hal pembukuan dan Perpajakan, jika klien minta lebih mereka bisa menawarkan sifatnya berbayar tentunya lebih murah dari harga jasa konsultan Profesional, konsultan Pendamping seperti Kantor Akuntan Publik yang sebagai mentor dengan PIC terembeded mengajari mereka dengan melakukan inhouse training mulai dari cara membuat Proposal, mengumpulkan datansed klien, cara melobi,bernegosiasi serta jika sudah deal mengeksekusi pekerjaan dan mempersentasikan pekrerjaan tersebut kepada klien. Jika ada Hasil keuangan dari pekerjaan itu di gunakan untuk membayar tim yang terlibat serta memberikan manfaat bagi PIC yang bertanggungjawab atas jalannya GMC.

Manfaat bagi Kantor Konsultan Pendamping disaat mereka butuh tenaga kerja tambahaan karena berlimpahnya proyek profesional maka mereka sudah tau dengan pasti anak-anak yang bisa di ajak terjun ke kasus yang lebih berat. Model ini sudah saya pernah tawarkan ke beberapa kampus dan akhirnya tak berjalan di karenakan kampus tak mampu menyedikan fasilitas yang di harapkan terutama ruang khusus sebagi tempat workshop anak-anaknya sendiri, mereka terkadang memeberikan ruang tak terpakai secara bersama-sama dengan aktivitas kemahasiswaan lain, hal ini tidak sejalan dengan Confindetiality yang di usung oleh seorang akuntan akan sangat berbahaya dokumen klien akan mudah teraksesĀ  oleh pihak-pihak yang bukan tim GMC.

Pada tahun itu akhirnya saya memutuskan membawa 13 mahasiswa saya tingkat akhir untuk berkantor diluar dan semua fee klien kami bagi sesuai kontribusi dan mereka saya terjunkan menyelesaikan klien-klien yang lumayan besar dan sebagian mereka setelah lulus mendapat pekerjaan yang baik karena di anggap sudah punya pengalaman, sebagian lagi di rekruit oleh klien yang kami bantu dan sisanya masih ada yang setia ikut saya sampai saat ini menjadi konsultan. Tapi disini kampus tak dapat manfaat apa-apa baik dari sisi nama atau klaim aktivitas.

sampai hari ini saya mengajak kampus untuk melakukan kerjasama semacam ini karena saya merasa ini manfaatnya lebih jelas bagi mahasiswa.

untuk mendirikan GMC kampus harus menyiapkan beberapah hal berikut :

  1. Ruang khusus dan ekslusive yang dapat di kunci untuk workshop anak dan sebagai kantor representatif mereka dan sebagai tempat menarok data-data klien
  2. Beberapa komputer dan jaringan internet
  3. Line telpon khusus yang bisa di hubungi dari luar

Pihak Partner menyedikan :

  1. PIC bertangungjawab sebagai mentor
  2. Software akuntansi untuk pembelajaran dan penyelesaian masalah klien
  3. Beberap tools pendukung
  4. Agenda Training Rutin

0 thoughts on “GMC Solusi Komptensi Lulusan Akuntansi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *